Cerpen Panjang Di Antara Kita
CERPEN PANJANG Di Antara Kita: Cinta Segi Tiga yang Tak Terucap Sore itu, di atas papan kayu Dermaga KP3 yang memanjang ke arah Sungai Kapuas, Herman duduk bersila dengan sebatang pancing bambu di tangan. Umpannya tenggelam di antara riak air yang perlahan mengalir, dan ia menunggu. Bukan ikan—ia sudah lama tidak peduli pada ikan. Yang ia tunggu adalah udang. Udang sungai yang kadang muncul di sela-sela batu di bawah dermaga, kecil, transparan, dan sulit ditangkap. Orang-orang di Kuala Kapuas memancing udang bukan untuk dijual. Mereka melakukannya untuk mengisi waktu, untuk merasakan bahwa ada sesuatu yang bisa dilakukan sambil menunggu senja turun. Herman sudah memancing udang di tempat ini sejak ia masih SMP. Dulu ia datang bersama ayahnya, membawa dua batang pancing bambu dan sebotol air teh. Ayahnya sudah lama pergi—bukan meninggal, hanya pergi ke Banjarmasin dan tidak pernah kembali—tapi kebiasaan itu tinggal. S...