Langsung ke konten utama

Postingan

SEJARAH DESA

Di Bawah Langit Awan Biru

    PROLOG Langit Desa Awan Biru tidak pernah benar-benar biru. Itulah ironi yang melekat sejak nenek moyang pertama kali menginjakkan kaki di tanah ini pada abad ke-17. Warna birunya bukan biru cerah seperti langit di pesisir Selatan, melainkan biru pucat memutih, seolah-olah warna itu luntur tercampur embun pagi yang tak pernah kering. Di siang hari yang paling terang sekalipun, selalu ada selimut kabut tipis yang bergelayut di ubun-ubun desa, turun dari lereng-lereng bukit di selatan, seperti nafas panjang yang tak pernah selesai dihembuskan. Konon, saat itu rombongan leluhur yang dipimpin oleh Eyang Jayabaya tiba di dataran tinggi ini setelah berminggu-minggu berkelana. Mereka menemukan sebuah lembah subur yang dikelilingi barisan bukit, dengan air yang jernih mengalir dari celah-celah batu. Namun, keanehan langsung terasa. Eyang Jayabaya, yang dikenal memiliki  wirid  tinggi, merasakan getaran berbeda d...