Langsung ke konten utama

SEJARAH DESA

Gubernur Kaltara Resmi Buka Peringatan Hari Desa Nasional Tingkat Provinsi Kaltara di Desa Pulau Sapi

  Gubernur Kaltara Resmi Buka Peringatan Hari Desa Nasional Tingkat Provinsi Kaltara di Desa Pulau Sapi Meta Deskripsi: Gubernur Kalimantan Utara Dr. H. Zainal Paliwang, S.H., M.Hum secara resmi membuka Peringatan Hari Desa Nasional Tingkat Provinsi Kaltara Tahun 2026 di Desa Pulau Sapi, Malinau, serta menegaskan komitmen penguatan desa sebagai pilar utama pembangunan daerah. Malinau, 28 Januari 2026 : Gubernur Kalimantan Utara, Dr. H. Zainal Paliwang, S.H., M.Hum , secara resmi membuka Peringatan Hari Desa Nasional Tingkat Provinsi Kalimantan Utara Tahun 2026 yang dipusatkan di Lapangan Alun-alun Desa Pulau Sapi, Kecamatan Mentarang, Kabupaten Malinau , Rabu (28/1/2026). Dalam keterangannya kepada awak media di sela-sela kegiatan, Gubernur Zainal Paliwang menegaskan bahwa peringatan Hari Desa Nasional bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum strategis untuk memperkuat posisi desa sebagai ujung tombak pembangunan daerah dan nasional . “Desa adalah fondasi utama ...

Tradisi Sedekah Bumi; Pengertian,Tujuan dan Fungsi, Makna Filosofi Serta Harapan

 

Tradisi Sedekah Bumi: Pengertian, Tujuan dan Fungsi, Makna Filosofi Serta Harapan

Pengertian Sedekah Bumi

Sedekah Bumi merupakan salah satu tradisi kearifan lokal yang masih dilestarikan oleh masyarakat Indonesia, khususnya di wilayah pedesaan. Tradisi ini merupakan bentuk rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas rezeki dan hasil bumi yang telah diberikan. Biasanya, acara Sedekah Bumi diadakan setelah panen raya sebagai ungkapan terima kasih atas hasil pertanian yang melimpah.

Tujuan Sedekah Bumi

Tujuan utama dari Sedekah Bumi adalah untuk mempererat hubungan manusia dengan alam dan Tuhan. Dengan melaksanakan ritual ini, masyarakat berharap untuk mendapatkan berkah dan kelimpahan rezeki di masa yang akan datang. Selain itu, Sedekah Bumi juga bertujuan untuk memperkuat tali silaturahmi antarwarga dan menjaga kebersamaan dalam kehidupan bermasyarakat.

Fungsi Sedekah Bumi

Sedekah Bumi memiliki beberapa fungsi penting dalam kehidupan sosial dan budaya masyarakat, antara lain:

  1. Fungsi Sosial:
    • Mempererat hubungan sosial antarwarga melalui kegiatan gotong royong dan kebersamaan.
    • Menjaga harmonisasi dan keharmonisan dalam komunitas masyarakat desa.
  2. Fungsi Budaya:
    • Melestarikan nilai-nilai budaya dan tradisi leluhur yang sudah ada sejak zaman dahulu.
    • Menjadi media pembelajaran bagi generasi muda tentang pentingnya menjaga tradisi dan budaya lokal.
  3. Fungsi Religius:
    • Sebagai wujud rasa syukur kepada Tuhan atas segala nikmat yang diberikan.
    • Memupuk rasa keimanan dan ketakwaan melalui doa dan ritual yang dilaksanakan.

Makna Filosofi Sedekah Bumi

Sedekah Bumi memiliki makna filosofi yang mendalam, yaitu:

  • Harmoni dengan Alam: Tradisi ini mengajarkan pentingnya menjaga keseimbangan antara manusia dan alam. Alam memberikan hasil bumi yang melimpah, dan manusia wajib merawat serta melestarikan alam sebagai bentuk timbal balik.
  • Rasa Syukur: Mengingatkan masyarakat untuk selalu bersyukur atas apa yang telah diberikan oleh Tuhan, baik dalam kondisi kelimpahan maupun kekurangan.
  • Kebersamaan: Menanamkan nilai kebersamaan dan solidaritas dalam masyarakat. Dengan berkumpul dan berpartisipasi dalam Sedekah Bumi, masyarakat menunjukkan kepedulian terhadap sesama.

Harapan dari Sedekah Bumi

Dengan melaksanakan tradisi Sedekah Bumi, masyarakat memiliki beberapa harapan yang diinginkan, antara lain:

  • Kesuburan Tanah: Diharapkan tanah tetap subur dan mampu menghasilkan panen yang melimpah di masa depan.
  • Kesejahteraan Masyarakat: Masyarakat berharap agar hasil panen yang didapat mampu mencukupi kebutuhan hidup mereka dan membawa kesejahteraan.
  • Perdamaian dan Keberkahan: Masyarakat berharap agar kehidupan di desa tetap harmonis, damai, dan penuh keberkahan, serta terhindar dari bencana atau musibah yang dapat merugikan.

Penutup

Sedekah Bumi adalah tradisi yang kaya akan nilai-nilai sosial, budaya, dan religi. Pelaksanaannya menjadi wujud rasa syukur, kebersamaan, dan harapan masyarakat terhadap kelangsungan hidup yang lebih baik. Melalui tradisi ini, generasi muda diharapkan dapat terus melestarikan warisan budaya yang sarat makna dan filosofi, sebagai bagian dari identitas bangsa yang beragam dan penuh kearifan lokal.

Komentar