Langsung ke konten utama

SEJARAH DESA

Novel Penunggu Beringin Tua

    PROLOG Di samping Kantor Desa Awan Biru, seekor kucing hitam mengeong panjang, lalu kabur terbirit-birit seperti melihat setan. Atau mungkin memang melihat setan. Malam itu, hujan gerimis membuat tanah di sekitar pohon beringin tua beraroma khas—campuran tanah basah, lumut, dan sesuatu yang… lapuk. Akar-akarnya yang sebesar lengan orang dewasa menjalar ke mana-mana, tak hanya mengikat tanah, tapi juga seolah mengikat waktu. Mengunci rahasia di bawahnya. Pak Jum, pegawai desa yang bertugas jaga malam, tengah asyik membuat kopi instan di dapur belakang. Tangannya gemetar bukan karena takut, tapi karena dingin. Atau karena kopinya sudah kadaluarsa bulan lalu. Tiba-tiba, lampu teras kantor desa berkedip-kedip. Pak Jum mengernyit. "Lampu murahan," gerutunya. Lalu ia mendengarnya. Bukan suara mistis. Bukan jeritan. Itu suara orang mengunyah.  Nyam... nyam... nyam...  seperti seseorang sedang lahap menyantap pecel. Tapi dari arah beringin. "Makannya pecel,...

FUNGSI, TUJUAN PRODESKEL DAN EPDESKEL

 

FUNGSI, TUJUAN PRODESKEL DAN EPDESKEL


 

·         PRODESKEL

Profil desa dan kelurahan atau Prodeskel merupakan salah satu sistem perencanaan rujukan untuk pembangunan desa dan kelurahan dan semua sendi pembangunan yang ada di desa dan kelurahan, yang termuat dalam peraturan menteri dalam negeri nomor 12 tahun 2007 tentang pedoman penyusunan dan pendayagunaan data prodeskel.

Prodeskel adalah  sistem informasi  (aplikasi ) berbasis  web ( online ) sebagai pedoman penyusunan dan pendayagunaan untuk menyajikan data dan merupakan gambaran menyeluruh tentang karakter desa dan kelurahan , yang meliputi :

Baca juga : Artikel  Konsep Desa Digital disini

1.                 Data dasar keluarga

2.                 Data potensi sumber daya alam ( SDA )

3.                Data sumber daya manusia ( SDM )

4.                Kelembagaan, sarana dan prasarana

5.                Data tingkat Perkembangan dan kemajuan serta permasalahan desa,                                                             Baca Juga Flatform Tata Kelola Desa disini

Prodeskel memiliki beberapa fungsi utama yaitu :

1.               Meningkatkan efisiensi pengelolaan keuangan desa dengang penggunaan anggaran secara efektif ,           efisien dan bisa lebih optimal dan akuntabel

2.               Memudahkan pengelolaan administrasi desa berupa aplikasi pembuatan rencana kerja dan                       anggaran, manajemen asset dan pengarsipan data

3.                Meningkatkan transparansi dan akuntabel dalam pengelolaan keuangan dan administrasi desa                 /kelurahan, sehingga masyarakat bisa mengetahui dengan jelas bagaimana penggunaan anggaran              desa/ kelurahan

4.                Mempercepat pelaporan kegiatan secara real-time, sehingga informasi bisa diperoleh dengan lebih           cepat dan akurat

5.                 Meningkatkan pelayanan public dan kesejahteraan masyarakat desa /kelurahan

Tahapan dalam penyusunan prodeskel yaitu :

1.                Penyiapan instrument

2.                Penyiapan pokja prodeskel

3.                Pelaksanaan pengumpulan data

4.                Pengolahan data, dan

5.                Publikasi

Tujuan Dari prodeskel yaitu :

1.                Untuk mengetahui karakteristik desa /kelurahan

2.                Mengukur status kemajuan desa /kelurahan

3.                Pengambilan kebijakan strategis pemerintah pusat

4.                Sebagai arah pengembangan

5.                Sebagai bahan pengukuran dan kinerja pemerintah desa/kelurahan

Klasifikasi desa berdasarkan tingkat perkembangannya yaitu :

1.               Desa Swadaya adalah desa yang memiliki potensi tertentu tetapi belum mampu dalam mengelola            secara maksimal

2.                Desa Swakarya adalah peralihan atau transisi dari desa swadaya menuju desa swasembada yang             memiliki potensi dan mampu mengelolanya tetapi belum maksimal

3.                Desa Swasembada adalah desa yang masyarakatnya telah mampu memanfaatkan dan                              mengembangkan sumber daya alam dan potensinya sesuai dengan kegiatan pembangunan regional. Baca Juga Artikel  Sejarah Desa Sriwidadi disini

·         EPDESKEL

Evaluasi perkembangan desa dan kelurahan atau Epdeskel merupakan suatu upaya penilaian tingkat penyelenggaraan pemerintahan, kewilayahan, dan kemasyarakatan yang didasarkan pada instrumen evaluasi perkembangan desa dan kelurahan guna mengetahui efektifitas dan status perkembangan serta tahapan kemajuan desa dan kelurahan, sebagaimana disebutkan dalam permendagri nomor 81 tahun 2015.

Aplikasi Epdeskel adalah aplikasi yang digunakan untuk mengisi data evaluasi perkembangan desa dan kelurahan guna menentukan status tingkat perkembangan desa dan kelurahan.

Indikator yang di gunakan dalam mengevaluasi tingkat perkembangan desa dan kelurahan mencacup 3 ( tiga ) bidang adalah sebagai berikut :

1.              Evaluasi bidang pemerintahan meliputi aspek pemerintahan, kinerja, inisiatif dan kreatifitas dalam          pemberdayaan masyarakat  desa kelurahan berbasis teknologi informasi, serta pelestarian adat dan          budaya.

2.               Evaluasi bidang kewilayahan meliputi aspek identitas, batas, inovasi, tanggap dan siaga bencana             serta pengaturan investasi.

3.               Evaluasi bidang kemasyarakatan meliputi aspek partisipasi masyarakat, lembaga kemasyarakatan,           pemberdayaan kesejahteraan keluarga, keamanan dan ketertiban, pendidikan, kesehatan, ekonomi,          penanggulangan kemiskinan dan  peningkatan kapasitas masyarakat.

Aplikasi Epdeskel maupun aplikasi prodeskel merupakan media dari pemerintah pusat untuk melakukan monitoring desa dan kelurahan se-Indonesia sebagai dasar pengambilan kebijakan pemerintah pusat serta sebagai acuan untuk merencanakan kegiatan dan pembinaan pada desa dan kelurahan yang tingkat perkembangannya masih kurang berkembang. Baca Juga : Artikel Demografi Desa disini

Tahapan evaluasi dilaksanakan instansi terkait yaitu:

1.                 Evaluasi oleh tim kecamatan

2.                 Evaluasi oleh tim kabupaten

3.                 Evaluasi oleh tim provinsi, dan

4.                 Evaluasi oleh pusat ( Ditjen bina pemdes melalui Direktorat evaluasi perkembangan desa)

Tujuan dari epdeskel yaitu :

1.                Untuk melihat tahapan perkembangan desa dan kelurahan

2.                Untuk menentukan Klasifikasi Desa

3.                Untuk menentukan keberhasilan perkembangan desa dan kelurahan dalam satu periode

4.                 Sebagai rujukan dalam pengambilan kebijakan pemerintah pusat

Klasifikasi tingkat perkembangan desa berdasarkan skors evaluasi perkembangan desa dan kelurahan terbagi menjadi tiga tingkatan yaitu:

1.                Kurang berkembang dengan nilai skors </= 300 untuk desa dan </= 200 untuk kelurahan

2.                Berkembang dengan nilai skors >/= 301-450 untuk desa dan 201-350 untuk kelurahan

3.                Cepat berkembang dengan nilai skors >/= 451 untuk desa dan >/= 200 untuk kelurahan

Peringkat terbaik nilai skors evaluasi di semua tingkatan berhak mengikuti ajang lomba epdeskel, adapun materi yang harus dipersiapkan yaitu:

1.                 Berdasarkan peringkat nilai skors berkembang dan cepat berkembang

2.                Administrasi desa

3.                Rapat pleno administrasi/ sesi Tanya jawab

4.                Pemaparan perkembangan desa dan kelurahan dari peserta/ desa

5.                Klarifikasi lapangan

Hubungan antara prodeskel dan epdeskel adalah merupakan indikator atau instrumen dalam menilai tingkat perkembangan desa dan kelurahan satu sama lainnya saling berkaitan atau berhubungan erat dalam pengumpulan data , pengolahan data maupun publikasi status perkembangan desa berdasarkan masing – masing indikator atau variabel penyusunnya.

 

Komentar

Sejarah Desa