Langsung ke konten utama

SEJARAH DESA

Gubernur Kaltara Resmi Buka Peringatan Hari Desa Nasional Tingkat Provinsi Kaltara di Desa Pulau Sapi

  Gubernur Kaltara Resmi Buka Peringatan Hari Desa Nasional Tingkat Provinsi Kaltara di Desa Pulau Sapi Meta Deskripsi: Gubernur Kalimantan Utara Dr. H. Zainal Paliwang, S.H., M.Hum secara resmi membuka Peringatan Hari Desa Nasional Tingkat Provinsi Kaltara Tahun 2026 di Desa Pulau Sapi, Malinau, serta menegaskan komitmen penguatan desa sebagai pilar utama pembangunan daerah. Malinau, 28 Januari 2026 : Gubernur Kalimantan Utara, Dr. H. Zainal Paliwang, S.H., M.Hum , secara resmi membuka Peringatan Hari Desa Nasional Tingkat Provinsi Kalimantan Utara Tahun 2026 yang dipusatkan di Lapangan Alun-alun Desa Pulau Sapi, Kecamatan Mentarang, Kabupaten Malinau , Rabu (28/1/2026). Dalam keterangannya kepada awak media di sela-sela kegiatan, Gubernur Zainal Paliwang menegaskan bahwa peringatan Hari Desa Nasional bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum strategis untuk memperkuat posisi desa sebagai ujung tombak pembangunan daerah dan nasional . “Desa adalah fondasi utama ...

BUMDes Berkat Usaha Kembangkan Bebek Petelur, Wujud Nyata Program Ketahanan Pangan Dana Desa Sriwidadi Tahun 2025

 

BUMDes Berkat Usaha Kembangkan Bebek Petelur, Wujud Nyata Program Ketahanan Pangan Dana Desa Sriwidadi Tahun 2025

Meta Deskripsi: Pemerintah Desa Sriwidadi mengembangkan usaha bebek petelur melalui BUMDes Berkat Usaha yang didukung Dana Desa Tahun Anggaran 2025 sebagai bagian dari program ketahanan pangan desa.

Sriwidadi; Pemerintah Desa Sriwidadi terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan perekonomian desa melalui pemanfaatan Dana Desa secara produktif dan berkelanjutan. Salah satu bentuk nyata dari komitmen tersebut diwujudkan melalui pengembangan usaha bebek petelur yang dikelola oleh BUMDes Berkat Usaha, dengan pendanaan yang bersumber dari Program Ketahanan Pangan Dana Desa Tahun Anggaran 2025.

Saat ini, BUMDes Berkat Usaha mengelola 100 ekor bebek petelur yang telah memasuki masa produksi. Dari hasil pemeliharaan tersebut, produksi telur telah mencapai sekitar 3 krat per hari atau setara 75 butir telur, dengan tingkat produktivitas mencapai sekitar 75 persen. Capaian ini menjadi indikator awal keberhasilan pelaksanaan program ketahanan pangan desa yang berorientasi pada hasil nyata.

Pengembangan usaha bebek petelur ini tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan kinerja usaha BUMDes, tetapi juga sebagai langkah strategis Pemerintah Desa Sriwidadi dalam menjamin ketersediaan pangan bergizi bagi masyarakat. Telur bebek menjadi salah satu sumber protein hewani yang mudah diakses dan bernilai gizi tinggi.

Dalam hal pemasaran, Pemerintah Desa Sriwidadi turut memberikan dukungan aktif melalui fasilitasi dan promosi hasil produksi. Hingga saat ini, pemasaran telur bebek masih difokuskan untuk masyarakat Desa Sriwidadi dan wilayah sekitarnya, sehingga manfaat ekonomi dapat langsung dirasakan oleh warga desa.

Kepala Desa Sriwidadi, Willy Sanjaya, menyampaikan bahwa pengembangan usaha bebek petelur melalui BUMDes merupakan langkah strategis desa dalam memanfaatkan Dana Desa secara tepat sasaran.

“Program pengembangan bebek petelur ini merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Desa Sriwidadi dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus mendorong kemandirian ekonomi desa. Alhamdulillah, dari 100 ekor bebek yang dikembangkan, saat ini sudah mampu menghasilkan sekitar 3 krat telur per hari. Ini menjadi bukti bahwa Dana Desa, jika dikelola dengan baik melalui BUMDes, dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Willy Sanjaya.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa pemerintah desa akan terus melakukan pendampingan agar usaha tersebut dapat berkembang secara berkelanjutan.

“Ke depan, kami akan mendorong pengembangan lebih lanjut, baik melalui peningkatan skala usaha, penambahan permodalan, maupun penguatan manajemen BUMDes. Harapannya, usaha ini tidak hanya memenuhi kebutuhan pangan lokal, tetapi juga mampu menjadi salah satu sumber Pendapatan Asli Desa,” tambahnya.

Pemerintah Desa Sriwidadi berperan aktif dalam pembinaan, pengawasan, dan pendampingan terhadap pengelolaan BUMDes Berkat Usaha. Melalui peran tersebut, pemerintah desa memastikan bahwa setiap tahapan pengelolaan usaha berjalan secara transparan, akuntabel, dan sesuai dengan tujuan pembangunan desa.

Selain itu, pemerintah desa juga mendorong peningkatan kapasitas pengelola BUMDes agar mampu mengelola unit usaha secara profesional dan berorientasi jangka panjang.

Usaha bebek petelur yang dikembangkan oleh BUMDes Berkat Usaha dinilai memiliki prospek yang menjanjikan. Permintaan telur bebek yang relatif stabil menjadi peluang bagi desa untuk terus mengembangkan usaha ini. Ke depan, diperlukan penguatan dari berbagai aspek, termasuk penambahan jumlah ternak, peningkatan sarana prasarana, serta dukungan permodalan, guna meningkatkan produktivitas dan daya saing usaha.

Pemerintah Desa Sriwidadi berharap pengembangan usaha ini dapat menjadi contoh pengelolaan Dana Desa yang efektif, berkelanjutan, serta berdampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat dan kemandirian desa.

Komentar

Sejarah Desa