Langsung ke konten utama

SEJARAH DESA

Gubernur Kaltara Resmi Buka Peringatan Hari Desa Nasional Tingkat Provinsi Kaltara di Desa Pulau Sapi

  Gubernur Kaltara Resmi Buka Peringatan Hari Desa Nasional Tingkat Provinsi Kaltara di Desa Pulau Sapi Meta Deskripsi: Gubernur Kalimantan Utara Dr. H. Zainal Paliwang, S.H., M.Hum secara resmi membuka Peringatan Hari Desa Nasional Tingkat Provinsi Kaltara Tahun 2026 di Desa Pulau Sapi, Malinau, serta menegaskan komitmen penguatan desa sebagai pilar utama pembangunan daerah. Malinau, 28 Januari 2026 : Gubernur Kalimantan Utara, Dr. H. Zainal Paliwang, S.H., M.Hum , secara resmi membuka Peringatan Hari Desa Nasional Tingkat Provinsi Kalimantan Utara Tahun 2026 yang dipusatkan di Lapangan Alun-alun Desa Pulau Sapi, Kecamatan Mentarang, Kabupaten Malinau , Rabu (28/1/2026). Dalam keterangannya kepada awak media di sela-sela kegiatan, Gubernur Zainal Paliwang menegaskan bahwa peringatan Hari Desa Nasional bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum strategis untuk memperkuat posisi desa sebagai ujung tombak pembangunan daerah dan nasional . “Desa adalah fondasi utama ...

Sriwidadi Punya Cerita

 

Sriwidadi Punya Cerita

Meta Deskripsi: Narasi ini menggambarkan perjalanan Desa Sriwidadi sejak menjadi desa definitif tahun 2012 hingga kini, meliputi dinamika kepemimpinan, pembangunan infrastruktur, tantangan pandemi, serta transformasi digital melalui pemanfaatan website desa dan internet desa sebagai wujud kemajuan tata kelola pemerintahan desa.

Desa Sriwidadi memiliki cerita panjang tentang proses tumbuh dan berkembangnya sebuah desa yang dibangun secara bertahap melalui kerja kolektif, kepemimpinan yang silih berganti, serta komitmen berkelanjutan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Sejak resmi menjadi desa definitif pada tahun 2012, Sriwidadi telah dipimpin oleh tiga Kepala Desa definitif hasil pemilihan, dua Kepala Desa Pengganti Antar Waktu (PAW), serta empat Penjabat (Pj.) Kepala Desa. Setiap periode kepemimpinan menghadirkan warna dan fokus pembangunan yang berbeda, namun saling melengkapi dalam satu garis sejarah pembangunan desa.

Pada masa awal pemerintahan desa definitif pertama yang dipimpin oleh Kepala Desa Muhammad Fauzi hingga akhir tahun 2014, Desa Sriwidadi belum mengenal Dana Desa sebagaimana saat ini. Meski demikian, pemerintah desa telah memperoleh Dana Amanah dari Pemerintah Kabupaten sebesar Rp30 juta per desa per tahun. Dana tersebut dimanfaatkan untuk peningkatan jalan desa dan pada masa itu membangun pondasi awal Balai Desa sebagai pusat pelayanan masyarakat. Pada periode ini pula, perusahaan perkebunan kelapa sawit mulai masuk ke wilayah Sriwidadi, baik dalam bentuk pembibitan maupun pengembangan kebun inti dan plasma, yang secara perlahan mengubah struktur ekonomi dan aktivitas masyarakat desa.

Memasuki tahun 2015, kepemimpinan desa dilanjutkan oleh Pj. Kepala Desa Rasidi. Pada fase ini, pembangunan mulai diarahkan pada penguatan aktivitas ekonomi masyarakat. Pemerintah desa merintis pasar desa, peningkatan jalan akses menuju pasar desa, serta melanjutkan pembangunan Balai Desa. Upaya ini menjadi langkah awal dalam menciptakan ruang ekonomi rakyat yang terorganisir dan mendorong perputaran ekonomi lokal.

Tahun 2016 menjadi tonggak penting dalam sejarah pembangunan Sriwidadi dengan terpilihnya Kepala Desa Susanto, bersamaan dengan mulai digunakannya Dana Desa. Fokus pembangunan diarahkan pada pemenuhan infrastruktur dasar dan pelayanan publik. Berbagai sarana penting dibangun, mulai dari fasilitas pendidikan TK dan PAUD, Fasilitas Kesehatan Gedung Posyandu, jalan desa dengan material Base Course, jembatan gorong-gorong dan jembatan antar desa, hingga program PAMSIMAS untuk penyediaan air bersih. Selain itu, pemerintah desa juga membangun Gedung Perpustakaan Desa, sarana olahraga, melakukan finishing Balai Desa, serta melanjutkan pembangunan pasar desa. Periode ini menandai perubahan signifikan Sriwidadi menuju desa yang lebih tertata dan terlayani.

Pada tahun 2018, di bawah kepemimpinan Pj. Kepala Desa Yappy, pembangunan difokuskan pada penguatan kelembagaan dan identitas desa. Kantor Desa dibangun menggunakan Dana TKD, disertai pembangunan gapura desa sebagai simbol wilayah dan kebanggaan masyarakat. Pembangunan jalan desa dengan material Base Course juga terus dilanjutkan guna meningkatkan konektivitas antarwilayah.

Memasuki tahun 2019, kepemimpinan desa dijalankan oleh Kepala Desa PAW Triyono, yang menghadapi tantangan besar ketika desa memasuki masa pandemi COVID-19. Dalam situasi penuh keterbatasan tersebut, pemerintah desa tetap berupaya menjaga keberlanjutan pembangunan dengan melaksanakan peningkatan jalan desa menggunakan material Base Course serta penyediaan sarana air bersih untuk Kantor Desa. Pada masa ini, kebijakan desa tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga pada ketahanan sosial dan kesehatan warga.

Pada Akhir Tahun 2021, tongkat kepemimpinan dipegang oleh Pj. Kepala Desa Udit. Pembangunan desa diarahkan pada peningkatan akses lingkungan dan penyempurnaan fasilitas pemerintahan desa. Peningkatan Jalan batas RT  menggunakan material Base Course, jalan desa ditingkatkan dengan material Laterit, serta pembangunan Kantor Desa kembali dilanjutkan. Pada periode ini, Desa Sriwidadi memperoleh Tambahan Dana Insentif Kinerja Pemerintah Desa, sebagai pengakuan atas tata kelola dan kinerja pemerintahan desa yang dinilai baik.

Selanjutnya, pada tahun 2022, Kepala Desa Riswan Saputra melanjutkan estafet pembangunan dengan fokus pada penyempurnaan sarana publik. Kantor Desa diselesaikan hingga tahap finishing, jalan desa kembali ditingkatkan dengan material Laterit, serta dibangun Jembatan Box yang menghubungkan RT 03 hingga RT 05, sehingga mobilitas dan akses masyarakat semakin lancar.

Perkembangan signifikan juga terjadi pada pertenhan tahun 2023, ketika Pemerintah Desa Sriwidadi mulai memanfaatkan Website Desa sebagai sarana informasi dan transparansi publik. Kehadiran website desa menjadi langkah awal transformasi digital pemerintahan desa, membuka akses informasi bagi masyarakat, serta memperkuat prinsip keterbukaan dalam penyelenggaraan pemerintahan desa.

Pada pertengahan tahun 2024, kepemimpinan desa dijalankan oleh Pj. Kepala Desa Septy Hajariyah. Selain melanjutkan pembangunan jalan desa dengan material Laterit dan pembangunan Penerangan Jalan Umum (PJU), Desa Sriwidadi juga mulai memanfaatkan Internet Desa. Langkah ini mempercepat layanan administrasi, mendukung penggunaan website desa secara optimal, serta meningkatkan konektivitas informasi bagi perangkat desa. Pada tahun yang sama, desa kembali memperoleh Tambahan Dana Insentif Kinerja Pemerintah Desa, menegaskan konsistensi kinerja pemerintahan desa.

Sejak pertengahan tahun 2025 hingga sekarang, kepemimpinan desa dilanjutkan oleh Kepala Desa PAW Wiliy Sanjaya. Fokus pembangunan diarahkan pada lanjutan pembangunan PJU serta finishing jalan desa dengan material Laterit. Tahap ini menekankan pentingnya kesinambungan pembangunan, perawatan infrastruktur, serta pemanfaatan hasil pembangunan secara berkelanjutan.

Sriwidadi punya cerita, cerita tentang desa yang tumbuh dari proses, dibangun dari keterbatasan, dan bergerak menuju kemajuan melalui kerja bersama dan kepemimpinan yang berkelanjutan. Dari pembangunan jalan dan kantor desa, hingga transformasi digital melalui website dan internet desa, setiap fase menjadi bagian penting dari perjalanan panjang Sriwidadi dalam mewujudkan pemerintahan desa yang responsif, transparan, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.

Komentar

Sejarah Desa